Profil

Prof. John Hutagaol

Ketua IAI KAPj/Direktur Perpajakan II DJP

Terinspirasi tokoh-tokoh keuangan Indonesia, John kin tengah meniti puncak kariernya.

Nama lengkapnya Prof. Dr. Poltak Maruli John Liberty Hutagaol, MAc., Mec(Hons)., AK., CA., namun akrab disebut hanya dengan Prof. John. Tutur katanya lembut, namun semangatnya tergambar jelas.

Pria kelahiran Jakarta, 27 November 1965, Maret lalu terpilih sebagai ketua Kompartemen Akuntan Pajak Ikatan Akuntan Indonesia (IAI KAPj). Ia akan tercatat sebagai ketua pertama dari kompartemen yang baru didirikan tersebut. Meski demikian, John bukanlah orang baru di IAI ia pernah menjadi Dewan Penguji Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) IAI.

John, menganggap terpilihnya dia sebagai Ketua IAI KAPj sebagai berkah. Satu lagi tempat berkarya baginya di dunia yang dicintainya, perpajakan. "Tapi cita-cita saya belum tercapai seluruhnya. Saya ingin lebih banyak lagi berkarya,"katanya ketika ditemui di ruang kerjanya yang asri dilantai 11 Gedung Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, awal April lalu.

John Hutagaol mulai menyukai akuntansi dan perpajakan sejak ia kuliah jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang Jawa Timur. John mengaku selalu mendapat nilai A untuk mata kuliah perpajakan.

Namun ketika melamar di Kementerian Keuangan, pilihan pertamanya justru Direktorat Meneter, bukan DJP. "Waktu itu alasannya saya ingin melanjutkan pendidikan. Saya pikir di direktorat inilah tempatnya,"jelasnya.

Selain itu, John juga sangat terinspirasi oleh banyaknya tokoh-tokoh keuangan yang sukses berasal dari Direktorat Moneter, "Sebut saja Oskar Suryaatmadja, Marie Muhammad, Marzuki Usman, semua lahir di situ," John bersemangat.

"Waktu itu yang menguji saya adalah Pak Hamonangan Hutabarat. namun ternyata saya ditempatkan di DJP. Jadilah saya pegawai di DJP dan tidak pernah pindah-pindah sampai sekarang," ujar John sambil tersenyum lebar.

Namun John mensyukuri keputusan ini. Di satu sisi kariernya berkembang di DJP dan ia tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang tertinggi. Bapak empat ini sudah meraih status guru besar sejak tahun 2008 lalu.

"Namun semua itu diraih penuh pengorbanan, terutama dari saya dan keluarga. Juga dengan nasiihat dan motivasi dari orang tua, saya bisa membangun komitmen di dalam diri. Akhirnya semuanya berjalan lancar," katanya.

Satu hal yang memudahkan bagi John, pendidikan yang ditempuhnya Inline dengan kariernya di DJP dan passion yang dimilikinya di dunia perpajakan. Predikat guru besar yang disandangnya adalah di bidang perpajakan dan gelar doktoralnya juga di bidang akuntansi perpajakan. "Semuanya saling mendukung sehingga terasa tidak terlalu berat," ia mengenang.

Kini waktu nampaknya berpihak pada bapak anak itu. Ia berhasil menggapai karier tinggi di DJP sekaligus di jenjang pendidikan. Karen itu ia sangat menghargai pengorbanan yang telah diberikan orang-orang terdekat yang telah membantunya mencapai berbagai target dalam hidupnya.

Setidaknya ada tiga pihak yang sangat berarti bagi John. Yang pertama adalah sang bapak yang selama ini selalu menjadi panutan John. "Bagi saya, bapak adalah sosok idola. Beliau adalah seorang birokrat yang selalu menanamkan kedisiplinan dan keteraturan dalam hidup saya. Beliau selalu ada jika saya sedang susah, membutuhkan teman diskusi, dan sebagainya," ungkap John.

John juga sangat berterimakasih kepada sang istri yagn selama ini selalu men-support apapun yang dia lakukan. "Selalu ada perempuan tangguh di balik setiap lelaki sukses," John berfilosofi. "Dan yang ketiga adalah anak-anak saya. Mereka selalu menjadi penghibur di kala susah, sedih atau sakit," pungkasnya.

Tak heran, ditengah kesibukannya yang seabreg John berusaha membagi waktu antara karier dan keuarga. Saat weekend merupakan wakti John untuk bersama keluarga. Setiap hari juga John selalu berusaha untuk sarapan pagi atau makan malam bersama keluarga di rumah. "Walaupun kadang-kadang sulit karena dinasnya di DJP dan tugas mengajarnya sangat menyita waktu," kata John.

Namun itu semua tak menghalangi kedekatan John dengan keempat putra-putrinya. Bahkan putra pertamanya nampaknya akan mengikuti jejak John. ia telah baru saja lulus D3 akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan tengah menunggu penempatan. "Yang kedua kuliah di Fakultas Hukum Universitas DIpenogoro, Semarang. Satu-satunya putri sekarang sudah SMA. Dan yang keempat masih duduk di kelas 5 SD," John bercerita.

 

Kenangan Mas Kecil


Meskipun kini jalan terang telah terbentang di hadapan John, ia mengaku tidak selalu menjadi anak yang pinta seperti status yang kini disandangnya. "Ketia SD saya adalah murid yang malas. Saya tidak pernah mengerjakan PR, tidak pernah belajar, sehingga rapor saya pernah merah untuk tiga pelajaran,"kenang John.

Titik baliknya muncul ketia ia menginjak bangku kelas 5 SD. "Waktu saya mencuri dengar pembicaraan ibu saya dengan salah satu temannya. Temannya  itu mempunyai tiga anak dan tiga-tiganya juara kelas," suara John serak. "Saat itu  saya merasa tersadarkan. Meskipun ibu saya tidak pernah minta macam-macam. Tapi saya merasa terbebanin dengan kondisi ini."

"Saat itu juga terbangun motivasi di dalam diri. Saya ingin menyenangkan orang tua melalui prestasi belajar. Setelah itu saya totally berubah. Kelas 5 SD saya berusaha. Dan hasilnya terlihat di kelas 6 SD. Setelah itu menjadi lebih mudah." John mengenang.

Prinsip hidup John adalah ingin selalu menjadi orang yang bisa diterima oleh masyarakat dan keluarga. Karena itu John menyarankan kepada generasi muda, dalam perjalanan hidup selalu ada up and down. "Penting untuk selalu berpikiran positif. Harus bisa memangun semangat berkarya."

Setelah nanti tidak berkarier lagi di DJP, John ingin mengabdikan dirinya sebagai akademisi. "Sekarang sudah sih, tapi masih part time, nanti akan full time dan fokus menulis buku." ujar John yang telah menerbitkan belasan judul buku, terutama terkait dunia perpajakan.

Berkarya Melalui IAI KAPj

Melalui pemilihan yang cukup alot, John Hutagaol menjadi ketua Kompartemen AKuntan Pajak Ikatan AKuntan Indonesia (IAI KAPj) pada Maret lalu. Melalui kompartemen baru ini John berharap akan mencatatkan sumbangsih lain bagi dunia perpajakan dan sektor akuntansi.

"Keberhasilan IAI KAPj sangat tergantung pada seluruh pengurus karena ini adalah pekerjaan kolektif. namun kami untuk menyelesaikan target-target yang dibebankan pada kompartemen ini," ujar John Optimis.

Menurut John, kepengurusan yang sekarang sedang disusunnya merupakan pionir di KAPj. Karena itu ia berharap bisa menetapkan fondasi kepengurusan berikutnya. "Harapan saya, pemikiran dan aktivitas profesi ini benar-benar bermanfaat, baik DJP dan dunia usaha pada khususnya dan bagi publik secara umum," jelasnya.

 

Dalam waktu dekat, John dan pengurus IAI KAPj lainnya akan segera menyusun kelengkapan organisasi. Bahkan ia mengklaim beberapa pengurus wilayah sudah siap terbentuk, seperti di Bali, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Karena itu John mengajak semua stakeholders perpajakan untuk ikut terlibat di kepengurusannya. "Yang jelas kepengurusan ini nantinya akan melingkupi para akuntan yang berdinas di DJP, konsultan pajak, akademisi serta berbagai instansi yang berkaitan dengan perpajakan, seperti BPK, BPKP dan lainnya,"ungkap John